Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Tugas DDJ - The Bangbang Club


Farhan Hanip M
2402712058
Fakultas Ilmu Komunikasi (PR-B)
Universitas Garut       

Artikel ini berisi tentang laporan yang diadaptasi dari sebuah film yang berjudul “The.Bangbang Club”, film tersebut menceritakan tentang sebuah pekerjaan Jurnalistik atau Fhotografer, bagaimana sebuah kehidupan menjadi seorang Jurnalistik, dan saya merangkum analisis film ini menjadi beberapa point berdasarkan alur cerita dari film tersebut, berikut adalah point-point analisis yang saya peroleh :
  •  Seorang Jurnalis mesti cepat dan tanggap dalam mencari kejadian atau peristiwa untuk kemudian dikelola hingga menjadi berita yang baik.
  •  Seorang Jurnalis mesti saling menghargai dan saling berbagi informasi kepada jurnalis lain
  •  Seorang Jurnalis mesti siap dalam menghadapi ancaman yang mungkin akan muncul
  •  Seorang Jurnalis mesti pandai dalam bersosialisasi kepada suatu kelompok atau individu agar tidak menimbulkan kerugian pada kedua belah pihak dan juga dapat memberikan informasi sebaik dan sebanyak mungkin.
  •  Seorang Jurnalis mesti menghargai akan kode etik atau kebudayaan yang ada dalam suatu kelompok ataupun sebuah hak privasi seseorang atau kelompok
  •  Seorang Jurnalis mesti siap dan mampu mempertanggungjawabkan gambar yang diambil, karena tidak mustahil jika gambar yang diambil menghasilkan pro dan kontra
  •  Seorang Jurnalis mesti siap dalam menghadapi persaingan yang terjadi dalam dunia jurnalistik, namun tetap mesti menjungjung tinggi fair play.
  •  Seorang Jurnalis mesti bersikap netral, yaitu tidak memihak kepada sebuah kelompok ataupun membenci suatu kelompok sehingga memberikan informasi yang dilebih-lebihkan.
  •  Seorang Jurnalis mesti memberikan informasi sealami mungkin tanpa adanya unsur disengaja ataupun diada-ada, karena hal tersebut mungkin adalah salah-satu etika jurnalistik

Dalam analisis lain yang saya buat berdasarkan film tersebut adalah :
  •  Hiburan malam ataupun hidup berpoya-poya adalah hal lumrah dalam kehidupan jurnalistik, karena mungkin mereka selalu bekerja dimana saja dan kapan saja dan waktu luang mereka menghilangkan penat adalah dengan hiburan malam
  •  Berdasarkan film itu saya tidak menemukan adegan para jurnalisme beribadah, sehingga mungkin jarang atau tidak beribadah menjadi hal yang biasa bagi seorang jurnalistik.
Itulah beberapa point yang saya peroleh berdasarkan analisis saya pada film tersebut, semoga analisis saya memberikan mamfaat khususnya bagi saya dan umumnya pada anda sekalian yang membaca artikel ini, tidak lupa saya menunggu kritik juga sarannya, Terimakasih

0 komentar:

Posting Komentar